Jumat, 15 Mei 2009

Rahasia Hipnotis



1. Apa Itu Ilmu Hipnotis?

Hipnotis berasal dari katahypnos” (Bhs. Yunani) yang berarti tidur. Pada tahun 1842 masehi, dr. James Braid, ahli syaraf keturunan Skotlandia memperkenalkan istilah hipnotis kepada masyarakat luas. Kata hipnotis diambil dari nama Dewa Yunani, Hypnos yang berarti Dewa Tidur. James Braid adalah orang yang pertama kali menyatakan bahwa hipnotis adalah suatu fenomena psikis dan bukan fenomena fisik. Artinya hipnosis benar-benar murni suatu ilmu dan bukan suatu proses kejadian mistis ataupun gaib, yang tidak pernah masuk akal dan tidak bisa dipelajari. Walaupun demikian, pada akhirnya pun bisa juga memberikan pengaruh pada fisik.

Selain dikembangkan oleh dr. Frans Anton Mesmer pada abad 18, hingga saat ini masih banyak lagi ilmuan yang lainnya turut ambil bagian dalam pengembangan hipnosis. Hipnosis adalah ilmu yang sangat berkembang, sekaligus ilmu yang tidak mudah untuk dikuasai. Artinya, seseorang harus benar-benar serius dan tekun berlatih, untuk bisa menguasasi hipnosis.

2. Bagaimana Proses Kerja Hipnotis?

Sebelum membahas proses kerja Hipnotis maka terlebih dahulu kita kaji bagaimanakah prinsip kerjanya. Prinsip kerja hipnotis adalah membawa pola pikiran subyek dari gelombang otak beta (sadar) menuju kondisi rileks dan tidur (pada gelombang otak Alpha 13-8 Hz). Gelombang otak ini dapat diukur dengan alat yang bernama EEG (electroencephalogram). Pada frekuwensi gelombang alpa pola pikir seseorang relatif berada pada kondisi yang relaks, tenang, hingga rasa kantuk, dan hanya memusatkan diri pada satu perhatian. Pada kondisi seperti inilah sugesti-sugesti dari luar akan bisa masuk dengan mudah.

Untuk keberhasilannya dibutuhkan kerja sama yang bagus antara juru hipnotis dan suyet / orang yang akan di hipnotis. Kecenderungan hipnotis dengan teknik memasukkan sugesti secara langsung akan lebih menuntut kerja sama yang bagus. Bila dari pihak suyet menolak sugesti yang diberikan, maka sudah bisa dipastikan proses menghipnotis gagal. Sudah tentu sugesti-sugesti pada teknik ini harus yang bersifat positif dan membangun.

3. Sejauh Mana Tingkat pengaruh Hipnotis Pada Manusia?

Coba perhatikan ini, dalam aktivitas sehari-hari, tanpa disadari semua orang sudah sering mengalami trance atau kondisi self hypnosis. Seperti ketika anda menonton film beralur cerita sedih, kemudian seseorang terbawa alur ceritanya sehingga menjadi ikut sedih hingga ada yang menangis. Bukankah saat itu Anda tidak sedang menerima berita duka atau mengalami pristiwa tragedi? melainkan hanya berhadapan dengan suatu layar kaca dan kemudian anda tersugesti oleh tayangannya, akibat anda asyik mengikuti jalan ceritanya? Secara tidak sengaja sajian film telah menghipnotis anda dan anda membiarkan diri terhanyut dengan alur cerita. Dengan kata lain anda telah terhipnos oleh cerita dari film di layar TV anda. Dan ketahuilah sebenarnya kita semua terhipnotis selama 24 jam non-stop. Kita terhipnotis oleh pengaruh lingkungan luar dan dari diri kita sendiri yaitu; pola pikir, persepsi dan perasaan diri kita sendiri. Kita terhipnotis oleh kesan tangkapan dari panca indra, perasaan, persepsi, imajinasi dan fantasi kita sendiri terhadap sesuatu sehingga mengakibatkan munculnya reflek reaksi pikiran sampai kedalam tindakan fisik. Kita terhipnotis oleh impian, angan-angan, keinginan, harapan, ego, cita-cita, hasrat dan opsesi kita sendiri, sehingga kita melakukan sesuatu untuk mewujudkan itu semua menjadi nyata. Kita terhipnotis oleh lingkungan pergaulan dan pekerjaan. Kita terhipnotis oleh kebutuhan-kebutuhan hidup kita sendiri. Artinya, kita benar-benar dalam keadaan terhipnotis 24 jam oleh pikiran-pikiran kita sendiri. Dan kesimpulannya, otak manusia atau pikiran manusia adalah kekuatan terbesar dari manusia itu sendiri. Seseorang dapat melakukan sesuatu ketika pikirannya terpengaruhi baik dari dalam dirinya sendiri maupun dari luar dirinya. Bisa kita lihat candi Borobudur, Piramid, Menara Condong, Tembok Besar Cina, Patung Liberty, dllnya, adalah karya cipta manusia. Orang dahulu mau bersusah-susah membangunnya sebab mereka berfikir, “Ini akan bermanfaat atau Ini sangat berpahala atau Ini sangat dibutuhkandll, yang kesimpulannya mereka terhipnotis oleh keyakinan, kesimpulan, rasa seni dan pemikiran mereka sendiri, sehingga mereka mewujudkan apa yang ada di dalam pikirannya untuk menjadi nyata.

Kesimpulannya tingkat pengaruh hipnotis bisa menjadi sangat dalam dan besar, bila sugesti atau pengaruh yang diberikan bisa benar-benar membangkitkan motivasi yang kuat. Motivasi adalah suatu alasan yang sangat kuat untuk seseorang melakukan sesuatu. Motivasi adalah suatu alat pemicu semangat yang membara, motivasi adalah suatu pendongkrak dan penguat keyakinan seseorang. Maka ketika seorang juru hipnotis melakukan hipnotis kepada suyetnya, maka dia akan memberikan imajinasi, hayalan, persepsi, angan-angan, anggapan dari sudut pandang dan pemahaman si suyet. Barulah proses hipnotis ini akan berjalan mulus. Logikanya, jika seorang tidak mengenal hantu itu seram, menakutkan, bisa menyakiti, dan membuat kesurupan, bagaimana kita akan membuat seseorang itu takut hingga lari ketakutan dengan berteriakHantu!!!”. Bisa jadi dia malah akan tertawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar